Selasa, 06 November 2012

DESAIN PENGAMATAN BIOLOGI TENTANG PENGARUH NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KACANG HIJAU




PENGAMATAN BIOLOGI
tentang :
Pengaruh Volume Pemberian Nutrisi Terhadap Proses Pertumbuhan Dan Perkembangan Pada Tumbuhan Kacang Hijau ( Vigna radiata)





Oleh :
Kelompok 2  , XII IPA 1
1.      Amalia Okvitariandari
2.      Abdul Karim
3.      Baiq . Purnama Sari Dewi
4.      Baiq . Galuh Fatma
5.      Amirudin Syah





BAB I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG



B.       TUJUAN
Pengamatan ini bertujuan  untuk mengetahui pengaruh volume pemberian nutrisi terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau ( Vigna radiata)
.
C.      RUMUSAN MASALAH
Apakah ada pengaruh  volume pemberian nutrisi  terhadap pertumbuhan dan perkembangan  pada kacang hijau ( Vigna radiata) ?





BAB II
LANDASAN TEORI

A.     Pengertian pertumbuhan dan perkembangan

Pertumbuhan dapat diartikan sebagai peristiwa perubahan biologis pada makhluk hidup yang berupa  pertambahan ukuran (volume , massa ,tinggi , serta jumlah sel ) secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk semula. Pertumbuhan dapat terjadi karena di dalam tumbuhan terdapat jaringan meristematis . Jaringan meristematis tidak hanya terdapat pada ujung akar atau ujung batang sehingga menghasilkan pertumbuhan memanjang , tetapi juga terdapat di bagian kambium batang sehingga ukuran batang membesar.pertumbuhan dapat di ukur dan dinyatakan secara kualitatif maupun kuantitatif .Pengukuran ini dapat dilakukan dengan alat ukur misalnya , penggaris,jangka sorong , atau dengan auksanometer.
 Perkembangan adalah peristiwa perubahan biologis menuju kedewasaanm tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan.Perkembangan bersifat kualitatif , artinya tidak dapat dinyatakan dalam ukuran ( jumlah , volume , dan massa ) .Perkembangan pada tumbuhan umumnya berlangsung seiring dengan pertumbuhan .
Pada proses pertumbuhan selalu terjadi peningkatan volume dan bobot tubuh peningkatan jumlah sel dan protoplasma. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan bukan merupakan besaran sehingga tidak dapat diukur.Pengukuran pertumbuhan akan menghasilkan grafik berbentuk huruf S yang di kenal dengan Grafik Sigmoid.Berdasarkan grafik ini , pertumbuhan dapat di bedakan menjadi empat fase yaitu fase awal ( pertumbuhan secara lamban ) , fase log ( pertumbuhan mencapai maksimum ) , fase perlambatan ( pertumbuhan menjadi lambat) , fase stasioner ( pertumbuhan terhenti ).Pada fase log terjadi pertumbuhan yang sangat cepat dan di ikuti penurunan kecepatan pertumbuhan.


B.     Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

a.       Faktor eksternal/lingkungan.
Faktor ini merupakan faktor luar yang erat sekali hubungannya dengan proses pertumbuhan dan perkembangan. Beberapa factor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan adalah sebagai berikut:
1.      Makanan ( nutrisi )
Unsur hara atau mineral yang dibutuhkan oleh tumbuhan dapat di bagi menjadi dua , yaitu :
a.       Makroelemen , yaitu unsur yang di butuhkan dalam jumlah besar. Makroelemen terdiri atas sembilan unsur utama , yaitu karbon , oksigen , hidrogen , nitrogen , sulfur , fosfor , kalsium , kalium , dan magnesium.
b.      Mikroelemen , yaituunsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Mikroelemen terdiri atas delapan unsur , yaitu zat besi , klorin , tembaga , seng , molibdenum , boron , nikel , dan mangan . Mikroelemen berperan sebagai kofaktor reaksi enzimatis pada tumbuhan.
Tumbuhan yang kekurangan  sebagian nutrisi di atas akan mengalami defisiensi .Contoh : defisiensi nitrogen yang merupakan unsur pembentukan klorofil akan mengakibatkan daun menguning (klorosis).
Kandungan unsur tersebut dapat di temukan pada pupuk yang sering di gunakan untuk tanaman, seperti :
a.       Pupuk organik
Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari sisa – sisa makhluk hidup yang telah mengalami peruraian ( dekomposisi) oleh mikroorganisme pengurai. Contohnya pupuk kompos dan pupuk kandang. Pupuk organik memiliki kandungan unsur hara yang lengkap tetapi umumnya dalam kondisi yang tidak tinggi.
b.      Pupuk anorganik
Pupuk anorganik atau pupuk buatan adalah jenis pupuk yang di buat oleh pabrik dengan cara mencampur berbagai bahan kimia sehingga memiliki persentase kandungan hara tertentu yang tinggi. Contohnya : Urea , KCL, Grand – S 15, Tanigro, Grand-K Kalimags dan lain – lain.
        
2.      Air dan oksigen
Pada tumbuhan , air berfungsi untuk fotosintesis , mengaktifkan reaksi enzimatik , menjaga kelembapan , dan membantu perkecambahan biji. Oksigen dibutuhkan dalam proses respirasi untuk menghasilkan energi.









BAB III

KEGIATAN INTI


Alat dan Bahan

a. Biji Kacang Hijau 50 biji .
b. Air 2200 ml.
c. Tanah.
d. Pot 5 buah ukuran diameter 20 cm (wadah penanaman)
e. Sendok makan ( 8 ml / 8 gram )
f.  Penggaris
g. Pupuk urea
h. Gelas   

Langkah kerja

1.      Rendam biji kacang hijau selama ± 6 jam.
2.      Pilih biji yang baik ( biji yang tenggelam ).
3.      Isilah pot dengan tanah .
4.      Berilah nomer pada masing – masing pot sesuai volume pemberian pupuk.
Pot 1 dengan volume pemberian pupuk 8 ml .
Pot 2 dengan volume pemberian pupuk 16 ml .
Pot 3 dengan volume pemberian pupuk 24 ml .
Pot 4 dengan volume pemberian pupuk 32 ml .
Pot 5 dengan volume pemberian pupuk 40 ml .
5.      Tanamkan biji kacang hijau ke masing masing pot yang telah berisi tanah.
6.      Berilah tanda pada masing – masing biji ke -1 sampai biji ke 10 .
Biji 1 : abu, biji :2 ungu  , biji 3 hijau , biji 4 biru tua  , biji 5 : kuning , biji 6 : merah , biji 7 : putih , biji 8 : orange , biji 9 : biru muda , biji 10 : coklat .
7.      Siram masing – masing biji kacang hijau .
8.      Larutkan sepuluh sendok makan  pupuk urea ke dalam  2200 ml air .
9.      Berikan pupuk urea pada tiap biji kacang hijau dengan volume pemberian pupuk yang berbeda.
10.  Kemudian simpanlah biji kacang hijau tersebut ditempat yang sama tetapi dengan jarak yang berbeda ( tidak terlalu dekat ) .
11.  Amati pertumbuhannya dari hari kehari hingga beberapa hari kedepan sesuai waktu yang telah ditentukan.
12.  Mendata perkembangan dan pertumbuhan biji kacang hijau  setiap harinya.
13.  Hari terakhir pengamatan, masukkan hasil pengamatan tersebut kedalam tabel pengamatan yang mencakup ukuran panjang daun, tinggi batang, serta berapa jumlah daun yang muncul.
14.  Kemudian buatlah grafik pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau tersebut .



BAB IV
HASIL PENGAMATAN


a.       Tabel  pertumbuhan dan perkembangan POT 1 ( 8 ml  )


TANGGAL
TANAMAN
Rata – rata / pot 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10




























































Rata – rata / biji



























b.      Tabel  pertumbuhan dan perkembangan POT 2 ( 16 ml )


TANGGAL
TANAMAN
Rata – rata
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10




























































Rata – rata / biji






























c.       Tabel  pertumbuhan dan perkembangan POT 3 ( 24 ml )


TANGGAL
TANAMAN
Rata – rata / pot
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10




























































Rata – rata / biji

























d.      Tabel  pertumbuhan dan perkembangan POT 4 ( 32 ml )


TANGGAL
TANAMAN
Rata – rata/pot
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10




























































Rata – rata / biji










































e.       Tabel  pertumbuhan dan perkembangan POT 5 ( 40 ml  )


TANGGAL
TANAMAN
Rata-rata/pot
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10




























































Rata – rata/biji

























Tidak ada komentar:

Posting Komentar